Selamat Datang di Website Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia   26 October 2014
Muhaimin : Penerimaan CPNS Kurangi Pengangguran intelektual di Indonesia
07 November 2013



Jumlah pengangguran intelektual yang terdiri dari lulusan pendidikan diploma dan universitas di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013 yang tesnya dilakukan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia pada hari Minggu (3/11) ini dapat mengurangi jumlah pengangguran intelektual di Indonesia.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengatakan kesempatan kerja di Indonesia sebenarnya masih terbuka bagi penagguran intelektual. Namun para sarjana dan lulusan diploma harus melengkapi kemampuannya dengan keterampilan dan kompetensi kerja sehingga bisa dengan mudah menentukan lapangan pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginannya

“Kesempatan kerja yang tersedia di berbagai bidang kerja dinilai belum mampu menyerap para alumni diploma/ universitas secara optimal. Meskipun jumlahnya masih terbatas penerimaan CPNS tahun 2013 ini mampu mengurangi jumlah pengangguran intelektual di Indonesia. kata Menakertrans Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta pada Minggu (3/11).

Muhaimin mengatakan proses penerimaan cpns memang patut disambut dengan baik karena dapat mengurangi jumlah pengangguran. Muhaimin berharap para peserta tes cpns terbaik yang lulus nantinya bisa segera bekerja membantu proses reformasi birokrasi yang telah berjalan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di jajaran pemerintah.

Namun disisi lain, Muhaimin mengingatkan agar para lulusan perguruan tinggi lainnya jangan mengandalkan penerimaan cpns saja tapi diharapkan dapat membuka lowongan pekerjaan dengan berwirausaha.

“Para sarjana lulusan perguruan tinggi tak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah dalam mencari pekerjaan. Para sarjana harus memilki kompetensi dan keterampilan kerja yang baik sehingga dapat terserap pasar kerja dengan cepat,” kata Muhaimin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) , meskipun angka pengangguran terus menurun, masih terdapat pengangguran terbuka di Indonesia yang jumlahnya mencapai 7,17 juta (5,92 Persen).

Dari jumlah 7,17 juta orang tersebut, terdapat sekitar 610.000 orang pengangguran intelektual yang terdiri dari pengangguran lulusan pendidikan diploma I/II/III yang jumlahnya mencapi 0,19 juta (2,69 persen) dan lulusan universitas sebanyak 0,42 juta ( 5,88 persen).

Muhaimin menyatakan saat ini Indonesia dalam keadaan darurat sumber daya manusia (SDM). Indonesia kekurangan tenaga kerja profesional yang memiliki keterampilan dan kompetensi kerja serta berdaya saing tinggi dalam pasar kerja.

“Kebijakan peningkatan SDM Indonesia masih berkutat pada wajib belajar 6 tahun hingga 9 tahun.Padahal hal ini tidak akan mampu meningkatkan kompetensi kerja SDM Indonesia dalam menyongsong AEC 2015, Kata Muhaimin

Muhimin mengatakan Paradigma dan kurikulum kurikulum pendidikan tinggi mesti dirombak total. Kedepannya, sejak awal perguruan tinggi harus mampu mendesain arah profesi bagi para alumninya. Harus ada perencanaan untuk mengarahkankan pada kompetensi kerja produktivitas sumber daya manusia sehingga lulusannya siap bekerja dan menjadi tenaga kerja andal.

“Perguruan Tinggi diharapkan tidak hanya mampu melahirkan sarjana formal yang berpikir secara intelektual, disiplin, tertib dan teratur, tekun dan berani secara research dalam dunia pendidikan tapi harus siap menyongsong dunia kerja, “ kata Muhaimin

Oleh karena itu, kata Muhaimin, Perguruan tinggi harus mampu melahirkan pribadi-pribadi yang memiliki etos kerja dan motivasi yang tinggi, kreatif dan inovatif, mampu dengan cepat menyesuaikan keterampilan dan keahliannya dengan kebutuhan dunia kerja.

Muhaimin mengatakan untuk mempercepat penurunan angka penangguran,Pemerintah menetapkan 5 pilar strategi yaitu Informasi dan Layanan Ketenagakerjaan, Peningkatan Keterampilan dan Kapasitas Angkatan Kerja, Pengembangan UMKM dan kewirausahaan, Program Padat Karya dan Infrastruktur serta Program Darurat Penciptaan Lapangan Kerja.

Untuk memfasilitasi para sarjana yang masih mencari pekerjaan, Muhaimin mengajak pihak akademisi di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta (PTN/PTS) di seluruh Indonesia agar menggelar kegiatan bursa kerja (job fair) secara rutin di kampusnya masing-masing.

Pemerintah terus berusaha menekan pengangguran intelektualsehingga Indonesia tidak akan dipenuhi oleh lulusan para penggangguran intelektual yang penyerapan kerjanya rendah karena lapangan kerja yang tersedia tak mampu menampung lulusan perguruan tinggi yang minim keahlian dan keterampilan kerja, kata Muhaimin

Setiap tahun , pemerintah merancang strategi untuk menciptakan lapangan pekerjaan baik formal dan informal, yang diharapkan dapat menyerap para pengangguran. Para lulusan perguruan tinggi diharapkan dapat membuka wirausaha untuk membuka lapangan kerja yang baru,”kata Muhaimin.

Seperti diketahui hari Minggu ini, Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2013 yang tesnya dilakukan secara serentak di seluruh provinsi di Indonesia. Diperkirakan sekitar 2 juta orang pelamar yang mengikuti tes penerimaan cpns ini untuk memperebutkan sekitar 70.000 lowongan pekerjaan PNS di seluruh Indonesia

Pusat Humas Kemnakertrans

 
Selamat datang di situs Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Situs ini merupakan media komunikasi resmi untuk menyampaikan kebijakan, wawasan ke depan dan tanggapan atas isu terkini oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Resmi Dibuka, Asean Skills Competition X di Vietnam
23 October 2014
baca selanjutnya

Kemnakertrans : Penetapan UMP 2015 Serentak 1 November 2014
22 October 2014
baca selanjutnya

Pemerintah Bentuk Lembaga Sertifikasi Profesi Bidang K3
22 October 2014
baca selanjutnya





Kirimkan e-mail Anda sekarang!
 
ILO
kunjungi
WTO
kunjungi
WHO
kunjungi
Sambutan Menakertrans pada acara HUT ke-VI PATRI di Banjarmasin

Kunjungan Menakertrans ke SMK Diponegoro - Yogyakarta