Selamat Datang di Website Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia   03 March 2015
Menaker Targetkan Pembangunan 10.000 Rusunawa bagi pekerja
29 January 2015





Pemerintah menargetkan pembangunan 10.000 unit rusunawa (rumah susun sederhana sewa) dan Rusunami (rumah susun sederhana milik) yang diperuntukkan bagi kalangan Pekerja/Buruh pada .tahun 2015. Lokasinya diutamakan berada di sekitar kawasan-kawasan industri di seluruh Indonesia.

Dalam tahap pertama pembangunan Rusunawa pekerja dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah yaitu Kota Semarang, Kab. Boyolali dan Kab. Magelang dan kota Surabaya Provinsi Jawa Timur.

“Proses pembangunan rusunawa pekerja di 2 Provinsi tersebut sudah dimulai. Saat ini sudah masuk dalam tahap lelang/tender. Kita harapkan semuanya berjalan lancar,” kata Menaker M Hanif Dhakiri di Jakarta pada Kamis (29/1).

Hal tersebut diungkapkan Menaker Hanif seusai membuka kongres ke-4 Konfederasi KASBI (Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia) yang dipimpin Ketua Umum KASBI Nining Elitos dan dihadiri sekitar 500 orang anggota cabang yang berasal dari seluruh Indonesia.

Hanif mengatakan saat ini tercatat 9 provinsi yang telah mengusulkan penyediaan lahan bagi pembangunan rusunawa dan menyepakati pembangunan rusunawa/rusunami bagi kalangan pekerja/buruh.

9 Provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Banten, D.I. Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan dan Bali.

“Pemerintah melakukan terobosan dengan berupaya memberikan berbagai kemudahan untuk mendukung percepatan pembangunan dan tersedianya perumahan dengan harga terjangkau bagi pekerja berpenghasilan rendah,” kata hanif.

Selain dengan pemda dan dunia usaha Dalam pembangunan rusunawa, Kemnaker terus berkoordinasi dengan Tim Percepatan Penyediaan Perumahan bagi pekerja/buruh (P3UP) yang terdiri dari Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perumahan Rakyat(Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita juga berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan inventarisasi kawasan industri yang sudah beroperasi termasuk yang memiliki lahan kosong yang memungkinkan digunakan untuk pembangunan perumahan bagi pekerja/buruh, “ kata Hanif.

Dikatakan Hanif berdasarkan hasil koordinasi diperoleh laporan saat ini kawasan industri yang mempunyai lahan kosong berjumlah 13 Kawasan dengan luas lahan kosong sebanyak 3.634.60 ha.

Dikatakan Hanif, pembangunan perumahan bagi pekerja/buruh merupakan salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja.

\"Peningkatan kesejahteraan itu ada 2 pilihan solusi, yang pertama menaikkan upah pekerja secara bertahap dengan memperhatikan dan mempertimbangkan produktivitas, inflasi ekonomi dan kemanpuan perusahaan,\" kata Hanif.

Solusi lainnya kata Hanif adalah menurunkan \"pintu keluar\" yaitu biaya-biaya pengeluaran pekerja seperti biaya transportasi, pendidikan, kesehatan dan perumahan.

\"Oleh karena itu kita prioritasnya pembangunan perumahan bagi para pekerja di sekitar kawasan-kawasan industri sehingga sekaligus juga dapat menekan biaya transportasi, \" kata Hanif.



Pusat Humas Kemnaker

 
Selamat datang di situs Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi

Situs ini merupakan media komunikasi resmi untuk menyampaikan kebijakan, wawasan ke depan dan tanggapan atas isu terkini oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Menaker Ajak TKI Kampanyekan Jamu di Luar Negeri
30 January 2015
baca selanjutnya

Menaker : Industri Jamu Diharapkan Kurangi Pengangguran
30 January 2015
baca selanjutnya

Menaker Galang Dukungan Konsep Pembangunan Sejuta Rumah”
29 January 2015
baca selanjutnya





Kirimkan e-mail Anda sekarang!
 
ILO
kunjungi
WTO
kunjungi
WHO
kunjungi
Sambutan Menakertrans pada acara HUT ke-VI PATRI di Banjarmasin

Kunjungan Menakertrans ke SMK Diponegoro - Yogyakarta